Tips Menanam Cabai 2019, 21 April

Perkembangan produktivitas cabai Indonesia dari tahun 1980-2015 sangat berfluktuasi namun cenderung mengalami peningkatan. Berdasarkan rata-rata produksi tahun 2011-2015. Jawa Barat memberikan kontribusi sebesar 22,95% terhadap total produksi cabai merah Indonesia. Sumatera Utara 17,94%, Jawa Tengah 14,68%, Jawa Timur 9,59%, Sumatera Barat 5,83%, Aceh 4,56% dan Bengkulu sebesar 3,77%. Namun beberapa tahun terakhir produksi cabai merah tidak mengalami peningkatan. Hal ini dapat disebabkan teknik budidaya yang tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Untuk itu akan dibahas bagaimana teknik budidaya cabai merah yang benar sesuai dengan SOP. Beberapa keuntungan yang akan diperoleh dengan penerapan SOP ini yaitu mencapai hasil yang maksimal, berkualitas dan ukuran buah seragam (gambar 1 dan gambar 2).

Berikut ini langkah-langkah budidaya tanaman cabai (Capsicum annum L.)

1. Penyemaian

a. Benih disemai terlebih dahulu dengan mencampurkan tanah dan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1. Alternative media semai bisa juga menggunakan cocopeat yang ramah lingkungan. Cocopeat terbuat dari limbah kelapa. Penyemaian benih cabai bisa dibuat menggunakan try semai sehingga pertumbuhan tanaman akan teratur karena tidak banyak yang berhimpitan. Pada saat persemaian sebaiknya jangan terkena matahari langsung sehingga diperlukan naungan.

b. Biji cabai F1 dapat digunakan untuk mendapatkan produksi yang tinggi. Beberapa keuntungan biji F1 yaitu daya kecambah tinggi, tumbuh serentak, tahan hama dan penyakit. Benih direndam dengan air hangat kurang lebih selama 2 jam. Perendaman dilakukan untuk mempercepat perkecambahan. Kemudian tanam benih 1 lubang 1 benih.

c. Penyiraman benih dilakukan pada pagi dan sore hari dan jangan lupa amati pertumbuhan tanaman. Jangan memberikan pupuk pada saat tahap persemaian.

2. Persiapan lahan

a. Persiapan lahan biasanya harus selesai 2 minggu sebelum masa pindah tanam. Lakukan pembersihan lahan dari sisa tumbuhan penggangu. Tanah digemburkan dan dicangkul dengan kedalaman 30-40 cm, diberi pupuk kandang 20 ton/ha, diberi kapur dolomite 2 ton/ha disiram dengan air. Pupuk kandang berfungsi untuk memperbaiki tekstur dan struktur tanah. Pupuk dolomit berfungsi untuk menaikkan pH tanah hingga netral, menambah unsur Ca dan Mg, menambah ketersediaan unsur hara N, P dan Mo, mengurangi keracunan unsur Fe, Al, dan Mn, memperbaiki kehidupan mikroorganisme dan membantu pembentukan bintil akar (Setiawan, 2008).

b. Bedengan adalah lahan yang berbentuk seperti gundukan memanjang sebagai tempat menanam cabai. Pembuatan bedengan setinggi 30-40 cm, lebar bedengan 100 cm dan jarak antar bedengan 30 cm dengan panjang bedengan disesuaikan dengan ukuran lahan.

c. Pemasangan mulsa pada bedengan untuk mengurangi resiko serangan hama penyakit, mengurangi penguapan pupuk, menjaga kelembaban tanah, dan mencegah erosi tanah. Pemasangan mulsa dilakukan seminggu sebelum pindah tanam. Setelah mulsa di tanam dilanjutkan dengan pembuatan lubang tanam pada mulsa dengan diameter 10 cm. Buat lubang tanam sesuai dengan jarak tanam 60 x 60 cm.

3. Penanaman

a. Pindah tanam ke lahan dapat dilakukan setelah cabai berumur 3-4 mst atau sudah memiliki 3-4 daun. Penanaman dilakukan pada pagi atau sore hari. Jangan lakukan penanaman pada saat matahari terik yang akan dapat menyebabkan tanaman layu. Sebelum bibit ditanam lakukan penyiraman sehingga bibit lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya. Penyulaman dilakukan apabila tanaman tidak tumbuh ketika sudah dipindahkan ke lahan. Umumnya dilakukan 1-2 minggu setelah pindah tanam.

4. Pemeliharaan

a. Pengajiran Ajir yang digunakan bisa terbuat dari bambu atau kayu. Pemasangan ajir bisa dilakukan 2 minggu setelah pindah tanam sehingga tidak mengganggu perakaran tanaman. Pengikatan tidak boleh terlalu kencang supaya tidak merusak batang tanaman. Cara pengikatan dengan membentuk angka 8.

b. Perempelan merupakan kegiatan membuang tunas air, daun, bunga dan bagian tanaman lain yang rusak atau terkena serangan OPT. Biasanya dilakukan dimulai pada saat tanaman berumur 4 mst.

c. Penyiangan Lakukan penyiangan gulma apabila terdapat gulma di sekeliling tanaman. Penyiangan dilakukan menyesuaikan dengan kondisi lahan.

d. Penyiraman Penyiraman tanaman dapat dilakukan pada pagi dan sore hari menggunakan gembor. Namun dapat juga disesuaikan dengan kondisi lahan yang diakibatkan oleh lingkungan.

e. Pemupukan Pemupukan pertama dilakukan setelah 1 minggu setelah pindah tanam. Pemupukan dapat diulangi tiap 2 minggu sekali tergantung kondisi tanaman. Supaya tanaman mudah menyerap pupuk sebaiknya pupuk dilarutkan dengan air.

Cara pemupukan Pemupukan pertama : 4 mst pupuk NPK 16-16- 16 dosis 250 ml/tanaman dengan 10 gr/liter. Pupuk susulan I : 6 mst dengan NPK 09-15- 20 dosis 250 ml/tanaman dengan 10-15 gr/liter. Pupuk susulan II : 8 mst NPK 09-15- 20 dengan dosis 7 g/tanaman (1 SDM) dengan cara ditugal. Pupuk susulan III : 10 mst NPK 09-15- 20 dengan dosis 7 g/tanaman (1 SDM) dengan cara ditugal. Dosis yang digunakan pada masing-masing daerah berbeda-beda, tergantung kondisi tanah. Apabila tanahnya kurang subur maka dosisnya bisa ditambahi namun apabila tanahnya subur dosisnya bisa dkurangi untuk mengurangi penggunaan pupuk.

f. Pengendalian hama dan penyakit tanaman Hama tanaman cabai.

  • Kutu daun Kutu daun hidup berkelompok dan berada di bawah permukaan daun. Hama ini akan menghisap cairan dalam daun sampai habis sehingga menyebabkan daun menjadi keriting dan kering. Kutu daun biasanya akan mengeluarkan cairan berwarna kuning kehijauan mengandung madu yang mengundang datangnya semut dan jamur sehingga menimbulkan lapisan hitam seperti jelaga di permukaan daun.Pengendaliannya Menggunakan pestisida apabila populasi hama atau kerusakan tanaman mencapai ambang batas. Penggunaan mulsa bermanfaat mencegah infeksi kutu daun dari luar pertanaman dan mencegah hama untuk berpupa sehingga daur hidupnya menjadi putus.
  • Hama thrips Hama thrips memiliki ukuran tubuh dengan panjang 1,5 mm yang mempunyai sayap yang halus dengan warna dasar putih kekuningan dengan garis-garis coklat pada bagian perutnya. Hama ini bisa melompat sehinggas berpindah ke tanaman lainnya apabila diganggu. Thrips merusak tanaman dengan menghisap cairan daun kemudian daun berubah warna menjadi warna coklat perak, mengerut atau mengeriting lalu melengkung ke arah atas hingga akhirnya mati. Pengendaliannya Sanitasi dan pemusnahan bagian tanaman yang terserang thrips. - Pestisida digunakan apabila populasi hama mencapai ambang pengendalian
  • Ulat grayak Hama ini menyerang daun dan kadang-kadang menyerang buah cabai. Buah yang terserang ditandai dengan timbulnya lubang yang tidak beraturan pada permukaan buah. Apabila serangan berat menyebabkan tanaman gundul karena daun dan buah habis dimakan ulat. Pengendaliannya Sanitasi lahan - Pengolahan lahan yang intensif
  • Tungau Tungau menyerang daun sehingga menyebabkan daun menjadi keriting melintang ke bawah seperti sendok terbalik. Lalu daun akan kaku dan tebal, pertumbuhan pucuk menjadi terhambat, terjadi perubahan warna pada daun dan akhirnya mati. Pengendaliannya Apabila populasi hama diambang batas maka dapat menggunakan pestisida sesuai dosis. - Sanitasi dengan memusnahkan tanaman yang terserang.
  • Lalat buah Hama ini menyerang buah cabai. Buah yang terserang ditandai dengan adanya lubang titik hitam pada bagian pangkal buah, tempat serangga betina meletakkan telurnya. Apabila buah dibelah maka terdapat larva lalat buah. Serangan lalat buah yang paling banyak biasanya dimusim hujan.
  • Pengendalian Menggunakan benih yang tahan serangan lalat buah - Pestisida digunakan apabila serangan mencapai ambang batas. - Buah yang terserang dikumpulkan kemudian dimusnahkan.

Penyakit tanaman cabai

  • Antraknosa Gejala serangan penyakit ini berupa bercak coklat kehitaman pada permukaan buah lalu berubah menjadi busuk lunak. Serangan berat menyebabkan buah menjadi keriput dan mengering. Pengendalinnya Sanitasi rumput-rumput/gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman -Melakukan pergiliran tanam -Perbaikan drainase tanah Apabila serangan penyakit semakin luas gunakan fungisida
  • Penyakit layu bakteri Serangan pada buah menyebabkan buah menjadi kekuningan dan busuk. Penyakit ini berkembang cepat musim hujan. Pengendaliannya penggunaan fungisida

Penyakit bercak Daun

Daun yang terserang ampak bercak kecil berbentuk bulat dan kering, bercak yang tua dapat menyebabkan lubang-lubang. Apabila terdapat banyak bercak menyebabkan daun cepat menguning dan gugur atau langsung gugur tanpa menguning lebih dahulu. Pengendaliannya Aplikasi fungisida sesuai rekomendasi -Penggunaan benih yang sehat -Pergiliran tanam -Sanitasi dengan memusnahkan daun yang sudah terinfeksi

Penyakit virus

1. Penyakit virus kerupuk menyebabkan virus menyebabkan daun tanaman muda menjadi melengkung. Daun berwarna hijau pekat mengkilap dan permukaan tidak rata. Lama kelamaan daun melengkung makin parah disertai kerutan kerutan. Pertumbuhan terhambat, ruas jarak antara tangkai daun lebih pendek terutama di bagian pucuk sehingga daun menumpuk dan bergumpal-gumpal berkesan regas seperti kerupuk. Pengendalian Menggunakan pupuk yang berimbang -Melakukan sanitasi lingkungan dan penggunaan mulsa -Melakukan rotasi tanam

2. Penyakit keriting daun atau mosaik Gejala terserang mosaik adalah warna belang antara hijau tua dan hijau muda kadang-kadang disertai dengan perubahan bentuk daun seperti cekung, keriting atau memanjang. Pengendaliannya Penggunaan benih yang sehat -penggunaan mulsa -Sanitasi lingkungan -Melakukan rotasi tanam.

5 Panen

Biasanya tanaman cabai sudah berbuah umur 3-4 bulan. Pemanenan bisa dilakukan pada pagi atau sore hari. Caranya memetik buah dengan tangkainya dan utamakan buah yang telah matang di pohon. Buah yang dipetik dengan tangkai akan tahan lebih lama daripada tanpa tangkai. Pemetikan dipluntir perlahan, sementara tangan kiri menahan pada ruas agar batang tanaman tidak rusak dan tidak banyak bunga yang berguguran. Cabai yang dipanen sebaiknya langsung disimpan di tempat yang teduh agar kualitas cabai tidak turun.

Demikian langkah-langkah budidaya tanaman cabai. Budidaya sebaiknya dilakukan sesuai dengan standar operasional sehingga dapat memperoleh hasil yang maksimal. Semoga artikel ini bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dalam budidaya tanaman cabai.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://www.fao.org/3/a-be829o.pdf https://agroteknologi.web.id/teknik-sukses-budidaya-cabe-merah/ https://alamtani.com/budidaya-cabe-merah/ https://www.petanihebat.com/2013/01/budidaya-tanaman-cabai.html http://epublikasi.setjen.pertanian.go.id/epublikasi/outlook/2016/Hortikultura/OUTLOOK%20CABAI%202016/files/assets/common/downloads/OUTLOOK%20CABAI%202016.pdf http://hendra-nugroho- artikel.blogspot.co.id/2014/10/budidaya-cabai-rawit-hendra-nugroho.html

 

Other Blogs to Read
2019, 21 April
Blog 3
It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here', making it look like readable English.
2019, 21 April
Blog 5
It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here', making it look like readable English.
2019, 21 April
Blog 6
It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here', making it look like readable English.
2019, 28 May
Macam-Macam Tanah dan Ciri-Ciri nya
Kenali ciri tanah yang akan anda tanami.